Teruntuk surya yang sedang tertawa
Senyumu semakin silau di pelupuk mata...
Ukirlah sinarmu di atas pelukan bumi
sehingga dapat kupahami....
tentang secuil rasa
Rasa yang menggambarkan alunan duka
yang mengukir luka....
diambang hati
Teruntuk waktu yang sedang melaju
Tanganmu semakin membelenggu nafasku
Lambatkanlah langkahmu....
sehingga dapat kuberlari
dari nestapa ini
Kisah yang sendu.....berlabuh dalam relung
hati yang tertutup kabut....
Berlari meski nafas teraniaya
meski hari tak lagi menyisakan
ruang....untuk merenungi segala sesuatu
yang kian rapuh...
Kerdil diri ini dalam genggaman...
sang takdir yang kejam....
walau nasib tak lagi pasti
tapi akan tetap kujelang...
kan ku tantang, ku terjang...
hingga tak lagi kerasakan
hembusan nafas lagi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar