Di pintu Hatimu kuketukkan harapku
menanti sesaat asa baru...
walau sendu...
walau ragu
Ingin kureguk manis kecupmu
meski indah tak pernah
singgah...
dalam kalbuku
Senja makin merana
gelap kian mendera...
Tanpa pasti kapan
Akan terbit sinarmu...
Kelu langkahku ketika sampai
pada lamunanku...
saat ku temui dirimu
Tak lagi membagi
Senyummu untukku
Dingin sapamu...
Membuat redam tulang tulangku...
Meski tak lagi kutemui
ayu wajahmu...
Tapi aku tetap menunggumu
dan berharap dirimu..
Adalah Tulang Rusukku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar