Tetaplah disisiku...memukulku
ketika aku mulai berlalu
dari jalan hidupku
peluklah aku...ketika
aku mulai lunglai
dan kehilangan arah...
Usaplah pedih tangisku
dan genggamlah keluh kesahku
meski itu mengusik damaimu
Ketika kakiku mulai lelah...jadilah
kayu yang akan terus
memanduku...
Jangan pernah tinggalkan aku sobatku
karena dirimu bagian
terindah dalam hidupku
Meski terkadang hatimu...
harus terluka karena aku...
TeRusane sini nicH......
Jumat, 19 Februari 2010
Nestapa
Kemana harus kulangkahkan kaki ini...
Bila arah semakin tak pasti
Waktu semakin berlari
meninggalkan diriku yang tak berarti
Duka slalu menghampiri
menuangkan rasa meninggalkan lara
di Hati
Kemana harus kubawa pedih ini...
Bila tiada tempat
untukku berbagi
Haruskah kuakhiri hidup ini
tanpa pernah ku merasa
ada setitik bahagia
dalam perjalanan hidupku TeRusane sini nicH......
Bila arah semakin tak pasti
Waktu semakin berlari
meninggalkan diriku yang tak berarti
Duka slalu menghampiri
menuangkan rasa meninggalkan lara
di Hati
Kemana harus kubawa pedih ini...
Bila tiada tempat
untukku berbagi
Haruskah kuakhiri hidup ini
tanpa pernah ku merasa
ada setitik bahagia
dalam perjalanan hidupku TeRusane sini nicH......
kemana Kehangatan
Bulan yang temaram sedang berdandan...
merayu bintang gemintang yang kesepian
Awan masih terus menari...
meniti wajah langit yang sedang terkekeh
Gelap terus merayap menutupi
Sang Renta cakrawala yang makin usang
Rintik air hujan saling berlomba
berlarian saling bertabrakan
mencapai ujung tanah yang genit
Lembab makin memeluk sang tanah
yang kotor dan berdebu...
Hari semakin senyap....dingin semakin merapat
hingga tak lagi kutemui setitik kehangatan TeRusane sini nicH......
merayu bintang gemintang yang kesepian
Awan masih terus menari...
meniti wajah langit yang sedang terkekeh
Gelap terus merayap menutupi
Sang Renta cakrawala yang makin usang
Rintik air hujan saling berlomba
berlarian saling bertabrakan
mencapai ujung tanah yang genit
Lembab makin memeluk sang tanah
yang kotor dan berdebu...
Hari semakin senyap....dingin semakin merapat
hingga tak lagi kutemui setitik kehangatan TeRusane sini nicH......
Senandung Duka
Seringai tawa sang Duka memecah nuansa
memeluk segala getir dalam nestapa
Ketika hati terhimpit rasa
yang tak bersaudara.....
untaian kata caci....kata maki
terangkai tercurah dalam butiran
rasa gontai.....
Bimbang menari bersama gundah
bersenandung dan tertawa....
menginjak injak meninggalkan lara
Hari tak lagi pasti....tak lagi tertera
sampai dimana
Bagaimana bisa kita mengakhiri
bila kita tak pernah mengawali..... TeRusane sini nicH......
memeluk segala getir dalam nestapa
Ketika hati terhimpit rasa
yang tak bersaudara.....
untaian kata caci....kata maki
terangkai tercurah dalam butiran
rasa gontai.....
Bimbang menari bersama gundah
bersenandung dan tertawa....
menginjak injak meninggalkan lara
Hari tak lagi pasti....tak lagi tertera
sampai dimana
Bagaimana bisa kita mengakhiri
bila kita tak pernah mengawali..... TeRusane sini nicH......
Aku...Hanya seonggok luka
Dalam luasnya jejagad raya...
Aku...Hanya secuil rasa
Dalam pekatnya Cakrawala...
Mencoba mengais sisa - sisa asa
Didalam dunia....
Meski tak lagi kutemui
puing puing cinta....
Tapi...
Takkan sedih aku menanti...
Dengan butiran air mata yang takkan
ku buang percuma
biarlah waktu yang kan
memberikan jawaban TeRusane sini nicH......
Dalam luasnya jejagad raya...
Aku...Hanya secuil rasa
Dalam pekatnya Cakrawala...
Mencoba mengais sisa - sisa asa
Didalam dunia....
Meski tak lagi kutemui
puing puing cinta....
Tapi...
Takkan sedih aku menanti...
Dengan butiran air mata yang takkan
ku buang percuma
biarlah waktu yang kan
memberikan jawaban TeRusane sini nicH......
Rabu, 17 Februari 2010
Rasa dalam Kecewa
Bila Temaram di ujung malam tak lagi pasti
mungkin hanya umpatan di ujung bibir
yang kian berapi....
Hari yang terlewati takkan lekang di terjang
bimbang...
Laju langkah gontai dalam sua yang tak terkira
Memburamkan titik pandangan yang kian kusam
Bintik bintik kecewa membuat raga tak lagi
perkasa....
Bila hari yang di nanti tak kunjung tiba
hati yang kosong tak lagi terisi
harus kemana harus terbawa
ujung asa ini....
Sendiri....
Menanti....
mungkin hanya isapan angan
yang kini terhampar di hadapan... TeRusane sini nicH......
mungkin hanya umpatan di ujung bibir
yang kian berapi....
Hari yang terlewati takkan lekang di terjang
bimbang...
Laju langkah gontai dalam sua yang tak terkira
Memburamkan titik pandangan yang kian kusam
Bintik bintik kecewa membuat raga tak lagi
perkasa....
Bila hari yang di nanti tak kunjung tiba
hati yang kosong tak lagi terisi
harus kemana harus terbawa
ujung asa ini....
Sendiri....
Menanti....
mungkin hanya isapan angan
yang kini terhampar di hadapan... TeRusane sini nicH......
Langganan:
Komentar (Atom)